Ini tentangmu, bung.
malam itu
Aku baru saja mengenalmu, bung.ah SALAH. Tepatnya aku baru pertama kali
melihatmu secara langsung. Tadi malam. Aku baru pulang dari suatu
tempat bersama seorang senior. Tak ada sedikitpun firasat bahwa aku akan
melihatmu.
Ada keramaian di depan asramaku, kala itu. Aku bingung
awalnya. Namun kebingungan itu langsung hilang kala aku melihat sosokmu
hadir dari dalam keramaian itu. Tapi seperti biasa, di depan
orang-orang yang aku kagumi, aku selalu berusaha untuk menyembunyikan
rasa kagumku. Iya, jika aku sering memuji seseorang di depan orang lain,
memberikan perhatian lebih, mungkin itu artinya aku hanya mengganggap
dia seperti teman biasa, seperti orang-orang menganngapnya secara wajar. Mungkin bagi orang yang hanya melihat dan mendengar akan menganggap
bahwa aku menyukai orang tersebut. tapi tetap saja, aku yanng merasakan,
aku yang tau apa yang sedang aku perbuat.
Aku yang tau apa maksud
tingkah lakuku tersebut. Nanti di tulisan-tulisan lain mungkin akan aku
jelaskan satu-dua. Itupun kalau aku sedang berbaik hati untuk
menjelaskannya.
Sekarang tulisan ini aku fokuskan untuk seseorang.
Seseorang yang aku baru berjumpa dengannya tadi malam.
Seseorang
yang membuatku selalu ingin lewat PKM saat pergi dan pulang kuliah,
dengan harapan aku bisa melihat sosoknya sekali saja.
Sosok yang selama (beberapa bulan) ini aku kenal hanya lewat tulisan
Seseorang yang aku kagumi lewat kata-kata dalam tulisannya.
Mengagumi cara pikir yang kadang aku tak paham dengan sudut pandang yang Ia pilih.
Seseorang yang berani menyuarakan kebenaran, yang bahakan aku tak tau apa itu kebenaran, tapi aku merasakan kebenaran yang sedang Ia pegang
Seseorang yang berani bertindak, bukan mengelak.
Seseorang yang telah dua kali mengabaikan permintaaan pertemananku di facebook.
Seseorang yang baru 'mengonfirm' setelah aku tiga kali mengirim permintaan pertemanan kepadanya.
Seseorang yang tadi malam berada kurang lebih dua jam di depan mataku, membuatku tak bisa mengalihkan pandangan darinya
Seseorang yang bisa membuatku turun dari lantai 5B asrama hanya untuk melihatnya (ah, padahal aku selalu alergi turun ke lantai dasar bahkan untuk kepentinganku sendiri :P )
Haduh, tulisan ini begitu membosankan untuk dibaca.
Tak punya tema, nama bahkan makna
Aku tidak tau akan seperti apa tulisan ini berakhir. Yang aku tau, aku hanya mengetik apa-apa saja yang sedang ada di kepala. seperti kalimat sebelum ini, misalnya.
aku bingung mau nulis apa lagi.
hmmm...
begini saja.
setelah malam itu, aku sangat penasaran dengan kehidupannya. Tak banyak yang aku inginkan. aku hanya ingin tau semua tentang dirinya. SEMUA.
aku bahkan sudah seperti orang gila. melihat sekeliling, tapi yang terlihat seolah selalu wajahnya..
selalu teringat bagaimana cara Ia bicara. selalu terngiang suara dan kata-kata yang Ia ucapkan.
tak banyak yang aku ingat.tapi setidaknya cukup untuk membuatku lupa dengan segala hal, kecuali tentangnya.
menjadi kebahagiaan tersendiri saat aku berada di PKM untuk mengikuti pendaftaran 'open recruitment' sebuah UKM.
melihat ke arah sekre UKM yang Ia geluti.. dan srrrr..
darah ini terkejut saat bisa melihatnya (kembali)
tunggu sejenak,,
aku sedang mengingat apa yang aku rasakan waktu itu.
begini, yang aku ingat, aku langsung senyum dan tanpa sadar menatapnya cukup lama dari kejauhan.
sore itu ada acara akbar untuk event kampus yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.
tentu saja Ia ikut, karena dia salah satu aktor di dalamnya.
..."fik, kak tesa lah masuak". seorang teman mengirim sebuah pesan.
iya, aku ada jawal kuliah sore itu.
tapi peduli apa, aku sudah duduk diantara orang-orang
duduk, yang aku tak kenal dengan seorangpun yang ada di sana.
orang-orang yang memakai jilbab panjang, yang mendukung salah satu aktor yang akan duduk di panggung.
aku tak peduli, meskipun aku terlihat seperti orang bodoh.
duduk diantara orang-orang yang aku tak kenal.
kita lanjut saja. kemudian Dia turun dari lantai dua. dan yang aku lakukan adalah mengikuti setiap langkahnya dengan mata. (Ah, Aku Alay :D )
entahlah.. ada kebahagiaan tersendiri saat aku bisa melihatnya.
ada kenyamanan saat aku bisa mendengar suaranya. dan ada kelegaan saat ia bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik.
ah, tenang saja. aku tau ini bukan cinta. iya, ini bukan cinta biasa..
banyak yang ingin aku jelaskan tentang kalimat sebelum ini. tapi aku tak tau dari mana akan ku mulai. Lain kali.
.png)





0 komentar: