Renggut janji-janji kehidupan

16.03 0 Comments

10 Maret 2014. Seorang perempuan menjadi janda dan lima orang anak menjadi yatim.
Aku tak mengerti mengapa Tuhan begitu tega melakukakannya. Tega mengambil Ayah kalian, saat kalian mulai berani menjemput janji-janji kehidupan. Saat kau, teman, mulai berani bermimpi untuk masa depanmu. Aku tak tau apa yang akan terjadi nanti. Yang aku takutkan, kau Tidak lagi bersemangat karna kau memutuskan untuk berhenti bermimpi. Aku takut, kau tidak punya alasan untuk meneruskan mimpi-mimpimu. Aku tau, bahwa aku memcemaskan masa depanmu yang sudah diatur sang Pemberi Kehidupan. Teman, bahkan aku tak bisa menghiburmu. Apa yang harus ku lakukan?
Ya Tuhan, mengapa harus hari ini?
Tidak bisakah beberapa bulan lagi?
Tidak bisakah setelah Rista wisuda dan Indah duduk di bangku kuliah?
Tidak bisakah Kau undur mengeksekusi kehendak Mu itu? Tuhan, tidak bisakah Kau mengambilnya nanti? Aku ingin melihat senyumnya. Senyum di mana Ia bangga bahwa Ia telah berhasil menjadi ayah seorang sarjana. Tuhan,,,
Aku saja sehancur ini
Apalagi mereka? Tuhan,aku tak berhak kecewa kepadaMu. Sedikitpun tak berhak. Aku tau Kau telah mengatur segala takdir kehidupan. Aku tau kau selalu memberikan yang terbaik. Tapi, mengapa yang terbaik itu malah yang paling menyakitkan. Tuhan, mengapa?
Tuhan, bahkan aku tak mengerti, kenapa kehidupan tidak selalu berbaik hati kepada orang-orang baik.

Rafika Surya Bono

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 komentar: