Belum Punya Judul, Tapi Mungkin Ini Tentang Laut dan Pantai
"Karena mereka pernah bilang, semua resah berpulang ke laut dan bahagia terdampar di bibir pantai."
Ku kira kalimat itu benar. Itulah sebabnya resah masih bernaung dalam diri ini.
Sebab, aku belum sempat melemparkan diri ke laut.
Ingin. Teramat ingin ku bermain-main di laut. Menyelami setiap kedalamanya.
Menyentuh keindahan-keindahan yang tersembunyi di bawah laut.
Ah, aku ingin disadarkan kembali bahwa keindahan ciptaan Tuhan itu nyata.
Ah, ingin ku menikmati ciptaan Tuhan yang tersembunyi itu.
Seperti laut, seperti hidup. Ingin ku merasakan setiap
ketenangan hidup yang bagaikan air laut. Tenang...
Seperti dasar laut. Ingin ku selami setiap keindahan hidup.
Tersembunyi, dan hanya orang-orang tertentu yang dapat menikmati.
Seperti laut, tempat beberapa orang menggantungkan hidup.
Ingin ku menjadi laut bagi beberapa orang kelak.
Sebab hidup tak hanya soal menyelesaikan lapar.
Pantai.
Ku kira bahagia memang berlabuh di pantai.
Kau tahu? Pantai itu berisik.
Ada ombak yang lalu lalang, membuatku tidak tenang.
Akan tetapi, aku bisa berlari di tepi pantai. Aku bisa menari-nari di pantai.
Setelah lelah berlalri dan menari, aku bisa tidur.
Aku bisa menciptakan mimpi di pantai.
Sebab, mimpi bisa membuatmu tuk ingin melompat lebih tinggi
Pantai itu berisik. Membuat beberapa orang terusik.
Namun ku rasa, pantai memiliki makna tertentu.
Kau bisa bermain dan berlari-lari.
Kemudian melompat sesuka hati.
Jika tak pandai dan melompat dengan salah, maka kau akan jatuh.
Tapi pantai tak berhenti di titik kau jatuh.
Dia memberikanmu waktu tuk kubur kesalahanmu.
Dia memberimu ruang tuk menyelesaikan salahmu.
Sebab hidup tak senikmat nasi kapau yang kau makan
.png)










0 komentar: