(Mungkin) Cinta Itu Seperti Bayangan Diri
Tadi, saya erhasil menangkap bayangan diri sendiri.
Di sebuah sungai yang cukup lebar
Ada batu yang lumayan besar di tengah sungai tersebut
Membuat kaki ini refleks melangkah menuju batu tanpa memedulikan sepatu.
Bahagia saja rasanya bisa menginjakkan kaki di batu yang besar
Sebab orang-orang banyak
mengibaratkan hidup itu sekeras batu
(Namun sayangnya saya tidak sedikitpun berusaha mengabadikan batu yang menelanjangi ke plin-planan mood)
Di sebuah sungai yang cukup lebar
Ada batu yang lumayan besar di tengah sungai tersebut
Membuat kaki ini refleks melangkah menuju batu tanpa memedulikan sepatu.
Bahagia saja rasanya bisa menginjakkan kaki di batu yang besar
Sebab orang-orang banyak
mengibaratkan hidup itu sekeras batu
(Namun sayangnya saya tidak sedikitpun berusaha mengabadikan batu yang menelanjangi ke plin-planan mood)
Ah, mereka lupa bahwa di kerasnya batu, kita juga bisa bermain-main di atasnya.
Bahwa dikerasnya hidup kita masih bisa menari dan melompat di atasnya
Meski saya tidak bisa mendefinisikan kerasnya hidup itu seperti apa.
Bahwa dikerasnya hidup kita masih bisa menari dan melompat di atasnya
Meski saya tidak bisa mendefinisikan kerasnya hidup itu seperti apa.
Kembali ke bayangan.
Mungkin cinta itu seperti bayangan diri sendiri saat berdiri di tepi sungai.
Tidak akan ada yang memedulikan bayanganmu selain dirimu.
Tidak ada yang peduli dengan cintamu selain dirimu
Mungkin cinta itu seperti bayangan diri sendiri saat berdiri di tepi sungai.
Tidak akan ada yang memedulikan bayanganmu selain dirimu.
Tidak ada yang peduli dengan cintamu selain dirimu
Saya baru sadar, bahwa tidak semua bayangan yang saya anggap keberadaannya.
Sering kali saya meremehkan setiap bayangan diri, tidak memberinya arti.
Karena memang tidak semua cinta harus diartikan.
Sering kali saya meremehkan setiap bayangan diri, tidak memberinya arti.
Karena memang tidak semua cinta harus diartikan.
Seperti menangkap bayangan di sungai tadi sore,
Tidak sengaja menyadari keberadaan bayangan, lantas dalam sekejap mengabadikannya .
Mungkin kelak cinta juga begitu.
Sejatinya ia selalu dekat, namun (mungkin) menolak tuk menyadari. Lalu saat tersadar, dalam sekejap saya akan mendapatkannya.
Kenapa tidak.
Wkwkkw
Tidak sengaja menyadari keberadaan bayangan, lantas dalam sekejap mengabadikannya .
Mungkin kelak cinta juga begitu.
Sejatinya ia selalu dekat, namun (mungkin) menolak tuk menyadari. Lalu saat tersadar, dalam sekejap saya akan mendapatkannya.
Kenapa tidak.
Wkwkkw
****
Malam ke lapan belas kembali gaje :D
Haha maaf moy. Gue otw demam haha
Malam ke lapan belas kembali gaje :D
Haha maaf moy. Gue otw demam haha
.png)





0 komentar: