Wahai Lelaki yang Membacakan Puisi

09.15 2 Comments


Wahai lelaki yang membacakan puisi
Mendengar suaramu yang begitu lantang
Membacakan kata demi kata perjuangan
Membuat hati ini terguncang
Hingga mata tak kuasa berhenti memandang

Wahai lelaki yang membacakan puisi
Ingin sekali rasanya mendengarmu membacakan puisi begitu lama
Ingin ku mendengar setiap  kata
yang mungkin biasa saja
Namun saat kau yang mengucapkannya, aku tergila-gila

Wahai lelaki yang membacakan puisi
Memandangmu dengan nyata
Menikmati wajahmu yang begitu tegas
Suarmu tak kalah tegas dengan wajahmu
Ingin ku rekam setiap kata yang kau ucapkan
Ingin ku ingat setiap tatapan
yang tidak sengaja pernah mempertemukan
Andai kau tahu betapa terguncangnya hati ini
saat mata tak sengaja saling menyapa
Hanya saja mulut terlalu angkuh
Tuk mengucapkan kata semisal 'hai'

Wahai lelaki yang membacakan puisi
Memandangmu itu menyenangkan
Bagai melihat gunung. Begitu menenangkan
Ada senyum yang selalu refleks saat otak ini mengingat namamu
Ada rasa yang selalu ingin melihatmu, memandangmu
Meski dari kejauhan, diam-diam selalu mencari sosok dirimu
Konyolnya ada gemuruh saat berada di dekatmu
banyak tingkah yang salah saat bersamamu
Wahai lelaki yang membacakan puisi
Saat aku tergila-gila, aku gila.
Ingin sekali selalu berada di dekatmu
Selalu ingin tahu apa yang sedang kau lakukan
Ingin tahu kau di mana, meski tak peduli dengan siapa

Wahai lelaki yang membacakan puisi
Tidak. Aku tidak sedang jatuh cinta
ku harap tidak
Ini hanya rasa kagum yang membuatku gila
Tidak. Aku tidak sedang jatuh cinta
Sebab yang ku tahu cinta tak serumit ini
Cinta tak memiliki alasan
Sedang aku, begitu banyak alasan yang bisa ku ungkapkan

Tidak. Cinta seharusnya tidak seperti ini
Aku hanya sedang berada dalam euforia
Yang aku bahkan tidak mengerti
Mengapa bisa segila ini

Wahai lelaki yang membacakan puisi
Dengan gila aku mengakui
Bahwa kau begitu mengagumkan.

Rafika Surya Bono

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

2 komentar:

  1. Wahai lelaki yang membacakan puisi
    Mungkin kau tak sadar, bahwa lewat bait puisi sepotong hati bisa kau luluhkan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha
      wahai lelaki yang membacakan puisi.
      aku besok akan bully dhanty hahaha

      Hapus