Hari ke-2
Selamat pagi. Terbuat dari apakah pagimu?
Aku? Pagiku terbuat dari bayang-bayang tujuh orang yang baru saja aku lepaskan kepergian mereka. Tujuh orang yang baru saja aku ikhlaskan ketiadaan mereka. Tujuh orang yang dipaksa pergi karna di sini tak lagi ada tempat untuk mereka.
Pagiku masih sesak sesesak pagi kemarin, di hari pertama.
Aku? Pagiku terbuat dari bayang-bayang tujuh orang yang baru saja aku lepaskan kepergian mereka. Tujuh orang yang baru saja aku ikhlaskan ketiadaan mereka. Tujuh orang yang dipaksa pergi karna di sini tak lagi ada tempat untuk mereka.
Pagiku masih sesak sesesak pagi kemarin, di hari pertama.
Dan kau, terbuat dari apakah pagimu?
Hari ke-2
Aku menyebutnya hari ke-2
Hanya karena kemarin adalah hari pertama.
Oh ya?
IYA !!
Hari ke-2 TANPA MEREKA
Pagiku masih saja sesesak hari pertama
Terisak saat terbangun
Terisak saat sadar bahwa tak ada lagi MEREKA
Aku menyebutnya hari ke-2
Hanya karena kemarin adalah hari pertama.
Oh ya?
IYA !!
Hari ke-2 TANPA MEREKA
Pagiku masih saja sesesak hari pertama
Terisak saat terbangun
Terisak saat sadar bahwa tak ada lagi MEREKA
Aku tak bisa kawan,
Tak bisa berkata-kata manis
Aku tak bisa kawan,
Tak sanggup ikut menangis
di saat semua orang menangisi kepergian kalian
Tak bisa berkata-kata manis
Aku tak bisa kawan,
Tak sanggup ikut menangis
di saat semua orang menangisi kepergian kalian
Mulutku tak sudi mengucapkan kata-kata
Kata penghibur semata
Mulutku terlalu angkuh
untuk mengucapkan kita tetap keluarga
Karena bagiku itu adalah kata-kata 'sampah'
Kata-kata sampah yang akan aku dengar
jika aku adalah kalian
Ya, jika aku adalah kalian
Kata penghibur semata
Mulutku terlalu angkuh
untuk mengucapkan kita tetap keluarga
Karena bagiku itu adalah kata-kata 'sampah'
Kata-kata sampah yang akan aku dengar
jika aku adalah kalian
Ya, jika aku adalah kalian
Jika aku adalah kalian,
Aku tak butuh kalimat-kalimat retorika
'Kita tetap keluarga' ?
Bullshit !
Bullshit kita tetap keluarga
Kita memang tetap keluarga
Tentu. Kita tetap keluarga Caang
Tapi tentu keluarga dengan defenisi berbeda
Dan aku yakin, semua pasti tau maksudku
Aku tak butuh kalimat-kalimat retorika
'Kita tetap keluarga' ?
Bullshit !
Bullshit kita tetap keluarga
Kita memang tetap keluarga
Tentu. Kita tetap keluarga Caang
Tapi tentu keluarga dengan defenisi berbeda
Dan aku yakin, semua pasti tau maksudku
Hari ke-2
Aku sudah mengikhlaskan kealpaan mereka sejak
malam kedua
Malam ke dua di mana
air mata tak mampu untuk ku hentikan kehendak mereka
Malam di mana air mata menjadi kawan ku
untuk melalui gelapnya sang bumi
Malam di mana isakan tangis menjadi saksi bisu keterpurukanku kehilangan mereka
malam kedua
Malam ke dua di mana
air mata tak mampu untuk ku hentikan kehendak mereka
Malam di mana air mata menjadi kawan ku
untuk melalui gelapnya sang bumi
Malam di mana isakan tangis menjadi saksi bisu keterpurukanku kehilangan mereka
Hari ke 2
Hari di mana aku telah berikrar
bahwa aku telah melepaskan mereka
Hari di mana aku berjanji
bahwa malam ke dua adalah malam terakhir
untukku mengizinkan isakan dan air mata
menguasai alam bawah sadarku
dicampur sesaknya rasa di dada
Hari di mana aku telah berikrar
bahwa aku telah melepaskan mereka
Hari di mana aku berjanji
bahwa malam ke dua adalah malam terakhir
untukku mengizinkan isakan dan air mata
menguasai alam bawah sadarku
dicampur sesaknya rasa di dada
Di hari-2
Aku ingin mengucapkan
Selamat jalan kawan. Semoga kau punya tempat untuk berlabuh
Dan tidak terpuruk layaknya daun
Aku ingin mengucapkan
Selamat jalan kawan. Semoga kau punya tempat untuk berlabuh
Dan tidak terpuruk layaknya daun
Di hari ke-2
Aku mulai menata hati
agar belajar untuk membiasakan kealpaan kalian
Aku mulai menata hati
agar belajar untuk membiasakan kealpaan kalian
Di hari kedua
aku ingin melenyapkan bayangan mereka
Bayangan bahwa mereka akan datang
lima menit sebelum rapat usai
aku ingin melenyapkan bayangan mereka
Bayangan bahwa mereka akan datang
lima menit sebelum rapat usai
Ya Tuhan :'(
Berat sekali rasanya
Berat saat nenyadari mereka tak kunjung datang
saat rapat telah ditutup
Berat sekali hidup di 'rumah' sendiri
Karna anggota keluarga tak kunjung lengkap :'(
Berat sekali rasanya
Berat saat nenyadari mereka tak kunjung datang
saat rapat telah ditutup
Berat sekali hidup di 'rumah' sendiri
Karna anggota keluarga tak kunjung lengkap :'(
Hari kedua
Aku masih saja terbawa suasana
seperti bait sebelumnya
Aku masih saja terbawa suasana
seperti bait sebelumnya
Baiklah aku akhiri saja
Sebelum kata-kata menguasai pikiranku
Sebelum rasa sesak kembali merasukiku
Sebelum kata-kata menguasai pikiranku
Sebelum rasa sesak kembali merasukiku
Di hari kedua, kawan
Aku ingin melepaskan kalian
Melepas ketiadaan kalian
Maaf karna aku tak sanggup berucap
Saat kalian membutuhkan semangat
Maaf karna aku tak bisa menangis
Saat tangisan bisa menenangkan kalian
Maaf karna aku hanya bisa merasa
Merasa apa yang kalian rasa
Aku ingin melepaskan kalian
Melepas ketiadaan kalian
Maaf karna aku tak sanggup berucap
Saat kalian membutuhkan semangat
Maaf karna aku tak bisa menangis
Saat tangisan bisa menenangkan kalian
Maaf karna aku hanya bisa merasa
Merasa apa yang kalian rasa
I love you, kawan-kawan :')
Teruntuk para caang yang dipaksa berhenti berjuang
Aku sayang kalian :*
Aku sayang kalian :*
260814
.png)





Dada ku kembali sesak dan mata ini mulai berkaca2 ketika membaca tulisan yang mengantarkan ku kpda hari "H" yang kmu tulis.Sejatinya tidak ada seorang pun yang menginginkan perpisahan dengan mreka yang disayang, aku sayang kalian para Caang..
BalasHapusYes.. all of us always miss and love them. So much :')
Hapus