Dear You,

Surat ini saya tulis di malam ke empat belas.
Empat belas?
Baguslah. Sedikit lagi tantangan ini akan berakhir.
Dear you, yang masih tidak tahu kelak menjadi apa
Catatlah kekeliruan pola pikirmu beberapa bulan ini
dan beberapa bulan mendatang
Agar saat kau sadar, kau tahu harus mulai
memperbaiki dari titik mana
Agar saat hatimu membaik,
kau bisa dengan mudah memperbaiki kekeliruanmu.
Catatlah kekeliruan pola pikirmu beberapa bulan ini
dan beberapa bulan mendatang
Agar saat kau sadar, kau tahu harus mulai
memperbaiki dari titik mana
Agar saat hatimu membaik,
kau bisa dengan mudah memperbaiki kekeliruanmu.
Dear you, yang akhir-akhir ini tidak punya kejelasan aktivitas
Ingatlah waktu tidak akan berhenti,
apalagi mundur
Hanya untuk membantumu membenarkan aktivitas yang seharusnya kau lakukan,
bahwa waktu tidak akan kembali,
hanya untuk kau merancang kembali masa depanmu
Ingatlah waktu tidak akan berhenti,
apalagi mundur
Hanya untuk membantumu membenarkan aktivitas yang seharusnya kau lakukan,
bahwa waktu tidak akan kembali,
hanya untuk kau merancang kembali masa depanmu
Dear you, yang sudah beberapa bulan tidak lagi membaca dengan teratur
Percayalah, kau akan bagaikan katak dalam tempurung,
saat semua orang merasakan luasnya dunia,
saat semua orang mulai merancang tuk keliling dunia,
kau hanya akan menjadi penunggu di pikiranmu dan jadi benalu di 'rumahmu'
Percayalah, kau akan bagaikan katak dalam tempurung,
saat semua orang merasakan luasnya dunia,
saat semua orang mulai merancang tuk keliling dunia,
kau hanya akan menjadi penunggu di pikiranmu dan jadi benalu di 'rumahmu'
Dear you, yang merasa kehilangan arah di bangku kuliah.
Teguhlah pada apa yang telah kau pilih,
selesaikan tanggung jawab kepada orangtuamu dengan baik
Jangan biarkan ego menelantarkan keringat orangtuamu :')
sebab jenuh hanya sementara,
menyesal untuk selamanya :')
Teguhlah pada apa yang telah kau pilih,
selesaikan tanggung jawab kepada orangtuamu dengan baik
Jangan biarkan ego menelantarkan keringat orangtuamu :')
sebab jenuh hanya sementara,
menyesal untuk selamanya :')
Dear you, yang tak kunjung lepas dari kopi.
Tapi mungkin ini masih di jalur yang baik,
sebab kau masih punya 'hal' yang bisa menenangkan jiwamu,
meski merusak ginjalmu perlahan.
Tapi mungkin ini masih di jalur yang baik,
sebab kau masih punya 'hal' yang bisa menenangkan jiwamu,
meski merusak ginjalmu perlahan.
Dear you, yang ingin ke Rinjani suatu hari nanti.
Mulailah belajar berjalan, agar kakimu kuat,
sebab masih panjang perjalanan yang yang harus kau tempuh,
sebab kau harus menjadi pejalan yang benar
karena satu hal yang tidak dimiliki para pejalan
adalah menyerah
Mulailah belajar berjalan, agar kakimu kuat,
sebab masih panjang perjalanan yang yang harus kau tempuh,
sebab kau harus menjadi pejalan yang benar
karena satu hal yang tidak dimiliki para pejalan
adalah menyerah
Dear you, yang menjanjikan angka 3,4 kepada kakakmu.
Setiap janji adalah janji (huaaaaa :'((((
Sebab hanya pecundang sejati,
yang mengingkari janji saat
kesempatan tuk penuhi, sejengkal dari kaki. (Hiks)
Setiap janji adalah janji (huaaaaa :'((((
Sebab hanya pecundang sejati,
yang mengingkari janji saat
kesempatan tuk penuhi, sejengkal dari kaki. (Hiks)
Dear you, yang selalu mengatakan bahwa hidup untuk hari ini.
Sadarlah, bahwa setelah sekali menghirup nafas,
kau akan kembali menghirupnya.
Bahwa setelah hari ini berlalu,
kau masih membutuhkan hari esok tuk selesaikan hari ini mu
Sadarlah, bahwa setelah sekali menghirup nafas,
kau akan kembali menghirupnya.
Bahwa setelah hari ini berlalu,
kau masih membutuhkan hari esok tuk selesaikan hari ini mu
Dear you, yang belum mau ikut les bahasa inggris
suatu hari kau akan tahu akibat dari
kenyolotanmu dalam beretorika terhadap kakakmu :')
suatu hari kau akan tahu akibat dari
kenyolotanmu dalam beretorika terhadap kakakmu :')
Dear you, yang sering bilang tidak mau bekerja setelah tamat kuliah, namun akan mempekerjakan.
Ketahuilah bahwa segala hal dimulai dari bawah.
Ketahuilah bahwa segala hal dimulai dari bawah.
Dear you, yang masih takut membuka hati.
Percayalah, suatu hari kau akan lelah sendiri. Dan ketakutanmu akan menertawakan lelahmu.
Percayalah, suatu hari kau akan lelah sendiri. Dan ketakutanmu akan menertawakan lelahmu.
Dear you, yang tadi katanya mau nulis puisi.
Ketahuilah kau tidak lagi berbakat dalam menulis puisi,
sebab kehampaan menguasaimu terlalu jauh,
hingga menggoreskan kata menjadi hal yang tak wajar,
bagimu yang dikukung oleh kebebasan tak beralasan.
Ketahuilah kau tidak lagi berbakat dalam menulis puisi,
sebab kehampaan menguasaimu terlalu jauh,
hingga menggoreskan kata menjadi hal yang tak wajar,
bagimu yang dikukung oleh kebebasan tak beralasan.
Dear you, yang sudah harus publish tulisan ini sebelum jam 12 malam.
Publish-lah sekarang.
Agar Amoy tidak mengatakanmu pecundang,
sebab kau adalah pemenang.
Publish-lah sekarang.
Agar Amoy tidak mengatakanmu pecundang,
sebab kau adalah pemenang.
Your secret souls
My self and I
.png)





0 komentar: