Senja Ini, di Halte

02.58 0 Comments

Hujan lagi.. Lagi hujan.
Saat aku menulis ini, hujan lagi turun
Tidak terlalu deras hanya saja dingin mengelilingiku.
Sebab tadi aku sempat menari di tengah hujan
Aku sedang duduk di halte Pasar Baru.
Hmm sejujurnya tadi aku ingin langsung pulang ke kos dari sekre.
Namun aku lupa menyetop bus di kosan tadi hingga tibalah aku di sini.
Sebenarnya aku bisa tetap duduk manis di bus supaya langsung pulang
Tapi melihat cuaca yang cukup dingin, aku putuskan untuk menghabiskan waktu saja di halte ini.
Tidak banyak yang akan ku lakukan di halte ini.
Hanya akan duduk, melihat kendaraan lewat, meski lebih banyak menatap layar hape karena aku sedang menulis tulisan ini.
Entah apa yang akan ku tulis.
Tunggu, aku sedang berusaha melihat-lihat sekitar.
Siapa tau akan ada seseorang yang lewat
Atau akan terjadi sesuatu, agar aku bisa menulis tentang itu.
Daripada hanya menulis gaje seperti ini
Wait...
Hmm sepertinya tidak ada objek yang menarik untuk ditulis.
Baiklah. Kalau begitu aku akan tulis tentang Halte.
Aku suka duduk di halte sendiri. Meski tentu tidak hanya aku yang duduk di halte ini. Halte selalu ramai ditunggui para fakir bus kampus. Bagaimana tidak, harga BBM sudah naik. Sekarang ongkos angkot jauh dekat tetap tiga ribu. Jadi tentu lebih baik menunggu bus daripada naik angkot.
Namun walaupun halte ramai, aku akan tetap menganggap aku sendirian di halte ini. Toh tidak ada satupun yang aku kenal. Jadi aku bisa melakukan apapun yang ku mau dengan hape ini tanpa ada yang mengganggu keasikanku.
Seperti sore ini, biasanya aku juga hanya duduk dan melihat-lihat sekitar. Dan biasanya halte ku jadikan tempat untuk merenung ataupun berpikir. Bahkan kadang hanya untuk merefresh otak. Dan biasanya aku duduk sendiri seperti ini jika hati sedang tak karuan.
Seperti biasa, senja ini hatiku juga sedang tak karuan. Entah apa yang terjadi dengan hati hingga ia membutuhkan sendiri di halte seperti ini.
Hmm masih tidak ada objek yang menarik untuk ditulis.
Sedang aku masih ingin duduk di halte ini. Hmm hanya sampai azan Magrib tiba. Sekarang sudah pukul 5.50.
25 menit lagi magrib akan tiba.
Jadi aku masih memiliki waktu untuk duduk dan (mungkin) menulis apapu  yang aku inginkan.
Kedai fotocopy di depan halte ini baru saja tutup. Mungkin karena ini adalah malam minggu. Jadi tak banyak mahasiswa yang akan membutuhkan jasa fotocopy.
Ah.. tidak ada lagi yang bisa ku tulis.
Tapi aku akan tetap duduk di halte ini hingga adzan magrib.
Menikmati udara basah ini.
Bye.

Rafika Surya Bono

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 komentar: