Kopi Malam Ini

08.21 0 Comments

Kopi malam ini yang tak sengaja tumpah di lantai. Mengotori pelapis lantai berupa tikar santai.
Hangatnya ingin bersitubuh dengan tikar walau dengan jalan mengotori
Cukup licik, ditambah tetesan-tetesan lainnya yang ikut-ikutan menyatu dengan kertas.
Namun tikar tak segampang yang diinginkan kopi, sebab ia tak memberi spasi. Membiarkan kopi menjadi dingin seorang diri. Memberi batas yang jelas agar bukan sembarangan kopi yang bisa merasuki partikel-partikelnya.
Seperti tumpahan kopi malam ini. 
Saat kopi ingin berbagi kehangatan, meski dengan jalan mengotori
dan seperti keangkuhan tikar yang tak sudi menerima kopi
Menutup setiap partikel rapat-rapat yang ia miliki

Ku rasa hidup seperti itu juga
Tak akan pernah tahu siapa yang akan menerima kehadiran kita dengan baik
meski kadang kita datang membawa seribu kebaikan
Mungkin hidup sehumoris itu
memberikan kebaikan dengan cara yang salah
memberikan kebahagiaan dengan jalan yang tak diinginkan

Seperti rindu yang akhir-akhir ini menjadi kata saru
menyelami setiap detik waktu
dan berakhir dengan pilu

Seperti tetesan air hujan yang jatuh tanpa diminta
Seperti benih-benih cinta yang datang secara tiba-tiba
perlahan-lahan meminta tuk bisa  gantikan rindu
Agar waktu tak lagi ditemani pilu

Mungkin semua itu hanya ilusi
Tapi yang pasti, aku gagal menyeduh kopi malam ini

Rafika Surya Bono

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 komentar: